Skip to main content

Finansia :)

Kantor rasanya sudah menjadi rumah kedua bagi saya
12 jam waktu dalam sehari saya habiskan di sana
Mulai jam 8 pagi hingga jam 8 malam
Bahkan kadang lebih

Jenuh? Sudah pasti !
Tapi setiap kali saya merasa lelah dan ingin menyerah,
saya mengingat kembali perjuangan saya mendapatkan pekerjaan ini
Dan saya mengingat orang-orang di luar sana yang menganggur karena sulitnya mendapat pekerjaan
Atau bahkan yang memiliki pekerjaan, tapi gaji yang diperoleh tidak secukup yang saya dapat
Ah, Allah begitu sayang pada saya
:)

Tidak terasa, saya sudah setengah tahun bekerja di peusahaan ini
Sebuah perusahaan leasing yang didominasi oleh pria
Kontrak kerja saya sebenarnya sudah habis sejak tanggal 4 Juni kemarin
Tapi saya tidak tahu bagaimana kelanjutannya
Saya pun enggan bertanya kepada atasan saya yang super kaku itu
Yang saya tahu, saya harus bekerja lebih keras lagi
Ada banyak hal yang ingin saya pelajari di perusahaan ini
Ada banyak program kerja saya yang belum terlaksana

Saya bangga dan bersyukur bisa mengenal orang-orang luar biasa dari kantor ini
Saya beruntung bisa mempelajari banyak hal dari mereka

Belajar sabar
Belajar tenang
Belajar percaya diri
Belajar tegas
Belajar manajemen waktu
Belajar loyalitas
Ah, Finansia :`)

Saya bangga menjadi bagian dari perusahaan besar ini
:)

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah