Beberapa hari lalu, saya melihat seorang anak kecil berusia sekitar 5 tahun sedang disuapi oleh ibunya
Beberapa kali Ibu anak itu memberikan nasihat mengenai cara makan yang baik
Si anak terlihat sedikit cemberut
Dan kejadian itu membuat saya teringat pada Alm. Bunda
Ah, orang yang paling saya rindukan
:)
Dulu sebelum Bunda kembali dari Bandung, tidak ada yang mengajarkan pada saya bagaimana cara makan yang benar
Mungkin dulu Bunda kaget melihat kelakuan putri kecilnya yang tidak beraturan ini
:P
Perlahan-lahan, Bunda mengajarkan saya banyak hal tentang table manner
Dimulai dari bagaimana cara memegang sendok dan garpu yang benar
Cara memotong daging atau roti
Cara menggunakan sumpit
Dan yang terpenting, cara mengunyah makanan agar tidak menimbulkan suara
Tidak mudah lho, mempelajari semua itu
Butuh banyak kesabaran. Serius.
:)
Dulu yang cukup susah bagi saya itu bagaimana caranya mengunyah makanan, tapi tidak menimbulkan suara atau seringkali disebut "ngecap" dalam bahasa Jawa (kalau tidak salah)
Kemudian ketika makan mie kuah, bagaimana caranya agar tidak perlu menimbulkan suara seperti "sluurp" yang berasal dari kuah mie
Dan Bunda sabar sekali mengajarkan saya, hahahaha. How lucky I am !
:)
"Kalau kamu makan, yaa orang lain yang nggak ikut makan itu nggak perlu tau suaranya donk," ujar Bunda berkali-kali untuk mengingatkan saya
Dan akhirnya saya sadar, ternyata suara-suara seperti itu memang sangat annoying loh sodara-sodara sekalian :D
Well, no offense yaa...
Dan saat ini, saya sangat bersyukur karena Bunda mengajarkan semua itu kepada saya sejak masih kecil
Sungguh sangat bersyukur !
Setelah saya bekerja dan seringkali harus makan bersama dengan para manager dan rekan kerja lain yang notabene juga memiliki table manner, saya cukup mampu beradaptasi dan menunjukkan behavior yang baik
Yaa, setidaknya menurut saya sih begitu :P
Dan (sialnya), saya seringkali menilai seorang pria dari table mannernya juga
Bagaimana ia bersikap ketika makan, bagaimana caranya mengunyah makanan
Semuanya membuat saya memberikan poin plus atau minus
Hahahaha, pathetic :D
Well, saat ini saya hanya bisa berharap semoga di masa depan nanti saya juga bisa mendidik anak saya sebaik Alm. Bunda mendidik saya
Membuat mereka tidak akan pernah melupakan pelajaran hidup yang saya berikan sampai kapanpun, sama seperti yang Bunda lakukan kepada saya
Ah, Bunda.
I miss you terribly.
May you rest in peace.
:)
Cara memotong daging atau roti
Cara menggunakan sumpit
Dan yang terpenting, cara mengunyah makanan agar tidak menimbulkan suara
Tidak mudah lho, mempelajari semua itu
Butuh banyak kesabaran. Serius.
:)
Dulu yang cukup susah bagi saya itu bagaimana caranya mengunyah makanan, tapi tidak menimbulkan suara atau seringkali disebut "ngecap" dalam bahasa Jawa (kalau tidak salah)
Kemudian ketika makan mie kuah, bagaimana caranya agar tidak perlu menimbulkan suara seperti "sluurp" yang berasal dari kuah mie
Dan Bunda sabar sekali mengajarkan saya, hahahaha. How lucky I am !
:)
"Kalau kamu makan, yaa orang lain yang nggak ikut makan itu nggak perlu tau suaranya donk," ujar Bunda berkali-kali untuk mengingatkan saya
Dan akhirnya saya sadar, ternyata suara-suara seperti itu memang sangat annoying loh sodara-sodara sekalian :D
Well, no offense yaa...
Dan saat ini, saya sangat bersyukur karena Bunda mengajarkan semua itu kepada saya sejak masih kecil
Sungguh sangat bersyukur !
Setelah saya bekerja dan seringkali harus makan bersama dengan para manager dan rekan kerja lain yang notabene juga memiliki table manner, saya cukup mampu beradaptasi dan menunjukkan behavior yang baik
Yaa, setidaknya menurut saya sih begitu :P
Dan (sialnya), saya seringkali menilai seorang pria dari table mannernya juga
Bagaimana ia bersikap ketika makan, bagaimana caranya mengunyah makanan
Semuanya membuat saya memberikan poin plus atau minus
Hahahaha, pathetic :D
Well, saat ini saya hanya bisa berharap semoga di masa depan nanti saya juga bisa mendidik anak saya sebaik Alm. Bunda mendidik saya
Membuat mereka tidak akan pernah melupakan pelajaran hidup yang saya berikan sampai kapanpun, sama seperti yang Bunda lakukan kepada saya
Ah, Bunda.
I miss you terribly.
May you rest in peace.
:)
.jpg)

Comments
Post a Comment