Skip to main content

Being a Professional

Seperti biasa, setiap hari Sabtu dan Minggu adalah jadwal rutin saya untuk menonton acara Master Chef di RCTI
Acara ini selalu membuat saya menjadi bersemangat untuk belajar memasak
Dan selalu sukses membuat saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang hebat
Hingga anak-anak saya nanti bisa menulis di biodatanya:
"Makanan favorit: Masakan Ibu"
Ya, seperti yang biasa tertulis di biodata saya dulu
:)

Back to topic
Hari ini, Master Chef sudah memasuki tahap 6 besar
Dan pada tantangan hari ini, mereka harus bekerja dalam tim
Pasangan dalam tim, ditentukan dengan mengundi bola yang mereka ambil dari sebuah kotak
Semua orang tahu bahwa Vera dan Bagus selalu bertengkar
Namun hasil undian bola tersebut justru membuat mereka harus bekerja dalam satu tim

Awalnya saya membayangkan mereka tidak akan berhasil
I mean, how could you work as a team with someone who really hate you and consider you as his biggest enemy?
How could they build such term "teamwork"?

Ternyata, kekhawatiran saya tidak terbukti
Apa yang terjadi justru jauh di luar perkiraan saya
Mereka sangat kompak, solid, dan saling melengkapi
And voila, they became the winner of this challenge !
Outstanding !

Dari kejadian tersebut, saya belajar satu hal penting


Kita boleh tidak menyukai seseorang personally.
Tetapi ketika kita dituntut untuk bekerja dalam tim, maka buang jauh segala emosi pribadi demi mencapai tujuan tim yaitu: menang !

Mungkin hal ini juga yang harus saya terapkan dalam pekerjaan
Saya boleh membenci Elham misalnya, karena caranya berbicara yang menurut saya sangat tidak sopan dan angkuh
Tapi apapun yang terjadi, selama jam kerja saya adalah strategic partner bagi seluruh komponen tanpa terkecuali

Menjadi profesional harus mampu mengesampingkan ego pribadi
Menjadi profesional harus mampu memilah kapan berhenti menjadi drama queen
Menjadi profesional harus mampu mengatasi segala konflik personal yang menghalangi tujuan tim
Menjadi profesional harus mampu bernegosiasi dengan segala dinamika dalam tim

Well, I think I should learn how to work professionally
I think I should stop such drama-queen-wannabe-habbitual

"Kalau tambah tua nggak tambah arif, sia-sia segala cobaan di hidup kita"
(Alberthiene Endah)

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah