Skip to main content

Skill Menjilat

Hari Jumat kemarin, saya terhenyak membaca status BBM abang
"You took my heart away'
Saya cukup mengenal abang
Dia buka tipikal lelaki melankolis yang hobi mempublish suasana hatinya di status BBM

Ketika itu, saya memanggilnya untuk datang ke meja saya karena ada dokumen deviasi yang harus ia bereskan
Ia duduk di kursi depan meja saya, sambil serius menatap layar smartphonenya

'They took my heart away adek..." ujarnya kepada saya
Saya menatapnya dalam
Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk membaca kesedihan dalam sorot matanya
Ah, saya pernah melihat sorot mata semacam itu ketika kami bertengkar hebat beberapa bulan lalu

Tiba-tiba, seorang yang bernama Endaru lewat di depan meja saya dan akan masuk ke ruangan Pak Tri
Sebelum masuk, Endaru berkata kepada Abang sambil tertawa,
"Siap-siap packing yo, kowe nang Kediri"

Oh, shit !
Saya cukup cerdas untuk langsung memahami maksud kalimat itu

Beberapa hari sebelumnya, Endaru in charge di cabang Surabaya
Secara teori dan lisan, dia diperbantukan
Dia diminta membantu memperbaiki collectibility cabang Surabaya yang memang merosot tajam
Dan ketika mengetahui hal itu, saya langsung teringat satu hal
Abang.

Bagaimana perasaan abang jika ada orang lain yang dikirim untuk menangani pekerjaannya
Kesimpulannya cuma satu
Abang pasti akan segera digeser
:(

Abang menceritakan semuanya kepada saya
Dia tahu dari Endaru bahwa mereka akan bertukar posisi
Abang akan dimutasi ke Kediri, dan Endaru menggantikan posisi Abang di Surabaya
Pak Tri, Bambang Kurniawan, dan Adnan Sahprie yang terhormat itu sama sekali tidak  memberitahu abang masalah itu
Tidak ada satu kata pun yang mereka ucapkan kepada Abang
Tidak ada penjelasan

Saya tahu, terlalu banyak konflik internal disana
Abang sendiri seolah sudah tidak dihargai oleh bawahannya

Detik itu ketika melihat Abang bercerita, saya sadar
Saya sadar bahwa sudah sangat lama kami tidak mengobrol seperti ini
Jangankan mengobrol, BBM pun jarang
Saya sangat sibuk dengan urusan saya sendiri
Dan Abang tidak mau mengganggu saya

Dulu kami biasa melakukan morning habbitual
Segelas teh hangat yang saya buatkan sambil mendengarkan cerita singkat darinya di pantry kantor
Sholat jamaah
Menggoda saya dengan BBM-BBM konyol di jam kerja
Ah, I do miss our precious moment

Abang lalu bertanya pada saya,
"Kalau aku pergi, kamu bakal kangen nggak dek?"
Harga diri dan gengsi saya yang selangit mendorong saya untuk mengeluarkan jawaban klise yang konyol
"Emang perlu dijawab ya?"

"Ah, tidak perlu. Aku sudah tahu. Ada atau tidak ada aku tidak akan membuat perbedaan apapun"

Saya tidak merespon dan tetap menatap layar komputer

Dan sebelum pergi, dia menjabat erat tangan saya sambil berkata,
"Nice to know you, dear"

Ah, klasik
Perpisahan mana yang tidak menyakitkan
Ucapan selamat tinggal mana yang tidak menimbulkan luka dan air mata

Dan sore itu setelah Abang meninggalkan meja saya, ya.. saya menangis
Saya menangis melihatnya tetap berjalan tegar di atas semua masalah yang sedang dia hadapi
Saya menangis melihatnya tetap tersenyum di atas semua perih yang dia pendam

Seandainya saya tahu bahwa waktu kebersamaan kami tidak akan lama lagi, saya tidak akan membiarkannya larut dalam kesedihan itu sendiri

Saya terbiasa menjalani hari-hari saya di kantor dengannya
Setiap kali ada masalah, saya selalu menjadi orang pertama yang dia beri tahu
Moment saling berbagi makanan
Moment ketika mengobrol di pantry
Moment ketika dia menggoda saya dengan BBM konyolnya
Moment ketika dia membuat saya jengkel karena menyentuh tangan saya yang baru selesai berwudhu
Moment ketika kami bertengkar dan dia tertawa melihat wajah saya yang  manyun

Ah, Abang

Saya sempat mengatakan pada Abang kalau saya membenci Endaru
DI mata saya, dia adalah seorang penjilat yang memuakkan
Posisi yang berhasil dia raih sekarang tidak lebih merupakan hasil dari kemampuannya menjilat atasan
Di Kediri dia berhasil menyingkirkan Pak Bambang Rubiyanto dari posisinya
Dan sekarang dia akan menggeser Abang
Terlepas dari kedekatan personal saya dengan Abang, menurut saya Endaru memang menyebalkan
Kelicikannya sudah terbaca dengan jelas dari awal saya mengenalnya

Beginilah dunia kerja
Beginilah dunia leasing
Saya teringat kalimat yang pernah diucapkan Pak Awi kepada saya
"Dalam dunia kerja, nggak cuma otak sama skill yang jadi andalan fan. Apalagi di dunia leasing tempat kita kerja. Jabatan tidak hanya ditentukan dari prestasi, tetapi juga dari siapa yang berhasil menjilat dan merebut hati atasan"

Mungkin Abang masih bisa berkata,
"I don`t blame on him, adek. I`ve known him for a long time, so I don`t blame on him" saat saya melimpahkan semua kesalahan padanya
Tapi di mata saya, dia memang seorang penjilat
Caranya mengambil hati Pak Tri sudah sangat bisa terbaca dengan jelas
Dan lagi-lagi, saya tidak heran kalau Pak Tri terlibat conflict of interest semacam ini

Abang...
Siapa yang akan menghibur saya kalau sedang jenuh di kantor?
Siapa yang akan menjadi Imam bagiku?
Siapa yang akan menenangkanku ketika ingin menangis?
Entah kenapa
Membayangkan bahwa tidak lama lagi akan kehilangan sosok seorang Abang cukup menyesakkan
Tidak. Yang benar adalah sangat menyesakkan.

Abang,
Mungkin lingkungan kerja ini bukan yang terbaik untukmu
Orang-orang itu tidak akan berhenti menyakitimu
Allah sudah menyiapkan yang terbaik untukmu
Allah sudah menyiapkan bayaran untuk kesabaranmu selama ini
:)

Kejadian ini membuat saya banyak berpikir
Terbukti bahwa kemampuan "menjilat" atasan sepertinya memang mutlak dibutuhkan
Sehebat apapun kamu, kalau kamu tidak berhasil merebut hati atasanmu
Semua prestasi akan terlihat biasa-boasa saja
Mungkin itu juga yang terjadi pada saya
Saya tipikal orang yang cuek, tidak suka berbasa-basi-busuk di depan atasan
Prinsip saya, pokoknya semua pekerjaan beres

Saya tidak jago bermanis-manis di hadapan boss seperti yang dilakukan Bu Kristin
Membuatkan teh, mengantar ke hotel, dan lain-lain
Best thing I can do is just finishing my job with no mistake

Dear Fanny,
Semangat !
Selamat berjuang menghadapi duet maut Endaru dan Adnan Sahprie terhormat yang akan sangat menguras energi dan emosi

Be strong
:)

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah