Skip to main content

Demi Rezeki

Malam ini, sambil bersantai di kamar saya menonton televisi
Menggonta-ganti channel, hingga akhirnya saya menemukan Metro TV yang sedang menayangkan acara Mario Teguh

Tema acara From Singapore With Love itu membahas tentang "Demi Rezeki"
Dari judulnya saja sudah jelas tersirat, kaitannya dengan pekerjaan
Entah kebetulan atau bagaimana
Saya yang sedang galau dengan pekerjaan pun terdiam mencerna beberapa kalimat penting dan menohok yang diucapkan

"Kalau atasan mengomel kepada kita, tersenyumlah. Ambil positifnya. Itu tandanya, atasan kita mau kita menjadi lebih baik"

Oh, saya lebih baik menerima omelan dari Pak Nur dibandingkan menerima dan bertoleransi dengan sikapnya yang dingin
#eh

Entah apakah kalimat itu bisa dimasukkan juga ke dalam kasus saya dengan Pak Tri beberapa hari yang lalu
Ah, apapun itu, saya tetap berterimakasih kepada mereka

Sikap mereka yang intoleran tersebut justru sebenarnya mengajarkan saya akan banyak hal
Mereka mengajarkan saya untuk lebih hati-hati dan cermat dalam bekerja
Setiap tindakan harus disertai dengan argumen yang logis dan tidak terbantahkan
Sampaikan argumen dengan cerdas dan tanpa emosi, singkatnya: berkelas
Terbukti ketika "amukan" Pak Tri kemarin di email saya balas dengan penjelasan berdasarkan data dan argumen yang logis, ia diam
Tidak ada protes lebih lanjut

"Pekerjaan itu sama seperti jodoh. Kalau dalam jodoh, lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik dan begitu juga sebaliknya. Sementara dalam bekerja, berlaku hukum yang sama. Atasan yang baik, hanya untuk bawahan yang baik pula. Kalau saat ini kita memang merasa belum cocok dengan atasan kita, cobalah memperbaiki diri agar kita bisa menjadi bawahan yang tepat untuknya. Atau jika memang pekerjaan ini bukan yang terbaik untuk kita, semoga kita dimudahkan untuk mendapat yang lebih baik"

Saya tidak tahu apakah saya terlalu naif atau memang Pak Nur yang terlanjur tidak peduli
Saya merasa sudah mencoba melakukan berbagai cara untuk medekatinya
Saya berusaha melakukan yang terbaik, untuk menunjukkan kepada dia bahwa saya sanggup menjalani tanggung jawab ini
Tapi apa yang saya dapat?
Bahkan untuk urusan pengajuan cuti saya kemarin sangat berbelit-belit prosesnya !

1 bulan terakhir, saya merasa beban kerja ini sudah overload
Hampir setiap hari saya lembur, hingga jam 8 malam lebih
Dan akhirnya, saya harus merepotkan Indra setiap malam yang tidak pernah absen menjemput saya
Entahlah, saya semakin gila kerja
Sebenarnya, alasan saya cuma satu
Saya ingin ketika nanti di akhir tahun saya resign, saya akan menunjukkan list project dan activity plan yang sudah saya handle sepanjang tahun 2012 ini
Saya ingin membuat atasan saya itu melihat, activity plan HRO yang sudah ia tandatangani telah saya jalankan seluruhnya, bahkan lebih

Ya, sebenarnya tidak hanya itu sih
Saya juga percaya, pekerjaan ini adalah ladang amal saya
Ada ratusan bahkan ribuan dokumen lamaran kerja yang harus saya sortir dan distribusikan kepada user
Jenuh, sudah pasti. Lelah, jangan ditanya.
Tapi satu hal yang menguatkan saya, keyakinan bahwa saya telah melakukan hal yang akan bermanfaat besar bagi orang lain
Bayangkan ada berapa ratus orang yang nasibnya ada di tangan saya
Orang yang mencari kerja demi membiayai keluarganya
Dengan approval saya, lamaran tersebut bisa sampai ke user dan diproses hingga akhirnya orang itu diterima bekerja di perusahaan
User juga terbantu dengan adanya man power baru untuk mencapai targetnya
Bayangan betapa bahagianya keluarga dari si pelamar kerja itu ketika mengetahui bahwa tulang punggung keluarga mereka sudah mendapat pekerjaan
Subhanallah :`)

"Apapun yang kita pelajari, semuanya adalah untuk membuat diri kita lebih berharga."

Anggaplah setahun ini saya mendapat pelajaran yang begitu banyak dan berharga
Anggaplah selama setahun ini saya telah meningkatkan "harga jual" saya
Anggaplah semua air mata dan sakit hati yang saya rasakan itu adalah harga mahal yang harus saya bayar untuk peningkatan kualitas diri

Tidak, saya sama sekali tidak menyesal telah bekerja disini
Saya bersyukur bahwa saya pernah menjadi bagian dari perusahaan besar ini
Saya bersyukur telah mendapatkan begitu banyak pelajaran berharga dan mengenal orang-orang luar biasa
Luar biasa hebat, luar biasa sabar, luar biasa tangguh, luar biasa menyebalkan, luar biasa sombong, luar biasa angkuh, dan lain-lain :P

Tuhan, tolong kuatkan saya hingga akhir tahun ini
Beri saya kesabaran dan ketegaran menghadapi setiap masalah
Beri saya kebijaksanaan dalam bertuturkata
Beri saya kemampuan untuk berlaku adil sejak dalam pikiran saya

Dan saya kembali teringat dengan kalimat manis dari Halida ketika kami bertemu untuk terakhir kali sebelum ia bergabung dengan Indonesia Mengajar

"Menggantungkan rizki itu jangan kepada sebuah perusahaan, tapi kepada Allah. Kalau kamu memang pantas dibayar mahal, maka kamu akan dibayar mahal kapanpun dan dimanapun"

Bismillah
:)

Comments

  1. :))

    same work situation like me?
    nope.
    you faced the harder.
    pny gue msih belom ada apa2nya.


    want to know something?
    since little, when i got to know this cute lil girl, i know she'll be the toughest.
    of course if the comparing person is considered only me. :))

    envy you, and your ability to be so wise in such a very young age. <3

    tetep semangat, sayang.

    we dont see, meet, text, call, talk, or might be think of each other. but best believe, i will be your only one soulmate. forever.
    :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah