Skip to main content

Posts

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

3B

Teruntuk anakku kelak, Nak, ada yang mengatakan bahwa tugas terakhir bagi orang tua adalah memilihkan jodoh terbaik untuk anaknya Coba bayangkan saja Selama ini dalam memilih makanan, pakaian, pendidikan, dan begitu banyak hal lainnya saja kami selalu berusaha memilihkan yang terbaik Apalagi memilihkan jodoh, yang berkorelasi dengan ibadah seumur hidup Darah suku Jawa yang mengalir dalam tubuhmu akan selalu membawa kita kembali pada satu pedoman penting dalam memilih jodoh: "Bibit, Bebet, Bobot" Pedoman itu menjadi sebuah SOP mutlak yang berlaku dalam adat budaya kita sebagai orang Jawa Pedoman yang terlihat sederhana, namun bisa menyimpan banyak bencana Pengalaman hidup dan berbagai masalah yang pernah Ibu lewati bisa saja mengubah pandangan Ibu mengenai konsep tersebut Ibu ingin yang terbaik untukmu, tapi Ibu juga percaya bahwa kamu tahu yang terbaik untukmu Maafkan Ibu yang memiliki pemikiran berbeda dengan adat budaya kita, Nak Bukannya Ibu tidak memahami ...

Teruntuk Kamu Gadis Penuh Percaya Diri

Saya akan selalu ingat air matanya di sore itu Saya akan selalu ingat bagaimana dia menahan rasa sakitnya dan berusaha tetap tersenyum sambil memeluk dan mengucapkan kata maaf Kehilangan pekerjaan tidak akan pernah menjadi hal yang mudah Tetapi saya percaya, tidak ada satu kejadian pun dalam hidup kita yang tidak memiliki maksud Saya tahu dia terluka Tetapi setidaknya, saya memberikan dia kesempatan untuk belajar dan berjuang bersama Setidaknya, saya membiarkan dia tahu apa saja kesalahannya dan bagaimana dia harus memperbaiki semuanya Setidaknya, saya memberikan dia pilihan dan kesempatan untuk mengucapkan salam perpisahan yang sepantasnya A proper goodbye Karena saya tahu bagaimana sakitnya harus pergi tanpa tahu apa salah saya Karena saya ingat bagaimana pahitnya tidak diberikan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal meski untuk sekejap saja Saya berdoa semoga semua pedih itu akan mendewasakan Saya berharap rasa sakit dan kecewa itu tidak aka...

Last Post in 2017

2017 adalah tahun rollercoaster bagi saya Tahun yang penuh dengan drama, lebih tepatnya Diawali dengan kebahagiaan saya menjadi seorang tante Seorang anak lelaki yang mengubah hidup saya Karena dia, saya menjadi lebih semangat dalam bekerja Karena dia, saya rasanya ingin menghabiskan uang untuk membelikan dia buku, baju, mainan, atau apapun yang dia suka Karena dia, suasana hati saya yang muram bisa berubah menjadi bahagia setelah menerima kiriman foto atau video tentang dia Bulan berikutnya, saya menerima pukulan telak ketika tanpa sengaja membuka sebuah chat yang meruntuhkan semua kepercayaan dan impian saya Sebuah pesan sederhana yang seketika membuat saya merasa tidak berharga Sebuah pesan singkat di Whatsapp yang membuat saya rasanya ingin kembali ke 6 tahun lalu dan mengubah pilihan saya Percayalah, rasa sakit karena pesan sederhana itu jauh lebih menyakitkan dibandingkan ketika melihat mantan ternyata menikah dengan seorang rekan kerja di kantornya HA ...

Jangan Terluka Lagi

"Apa? Serius dia ngomong gitu?" suara di seberang telepon terdengar sangat terkejut. Saya menarik nafas dalam sebagai sebuah jawaban. "Kamu nggak marah?" tanya sahabat saya itu lagi, masih dengan intonasi yang meninggi. Saya terhenyak beberapa saat. Di satu sisi memikirkan jawaban atas pertanyaannya barusan, di sisi lain sibuk menenangkan hati saya yang semakin morat-marit mendengar pertanyaan yang lugas dan tepat menusuk luka yang masih menganga. "Entahlah. Mungkin aku sudah mencapai titik muak dimana aku sudah tidak sanggup lagi merasa marah ataupun kecewa", jawab saya sekenanya. Saya berusaha mengatur intonasi dan nafas agar tidak terbawa emosi. Kali ini sahabat saya di seberang telepon yang menarik nafas panjang. " Aku yang sakit hati mendengar semua kalimat tentang kamu itu . Aku nggak akan pernah ridho kamu dianggap serendah itu". Kami sama-sama terdiam. Hening. Namun saya bisa mendengar dengan jelas bahwa ia di sana sedang menahan ...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah

Sebuah Harga Mahal

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sering menemani Alm. Bunda mengajar ke kampus. Saya kenal baik dengan banyak mahasiswa Bunda. Beberapa dari mereka bahkan seringkali menginap di rumah. Siang itu, saya menunggu Bunda di kampus. Bunda saat itu sedang menguji sidang Tugas Akhir mahasiswanya. Di tempat Bunda mengajar dulu sidang Tugas Akhir diadakan dalam periode waktu tertentu. Setelah periode tersebut selesai dan semua mahasiswa sudah menghadapi sidang, mereka akan dikumpulkan menjadi satu di lapangan rumput yang tidak begitu luas. Saat itulah nama mereka akan dipanggil satu per satu dan maju ke depan untuk mendengar pembacaan hasil sidang mereka. Jika mereka lulus, mereka akan mendapat ucapan selamat bergantian dari seluruh Ketua Jurusan plus disiram dengan air, cat, entah benda apa lagi. Sungguh suatu tradisi yang baru saya sadari sangat kejam bagi mereka yang dinyatakan tidak lulus karena harus menerima keputusan itu di hadapan banyak orang. Selain itu, saya tidak s...

Never Start A Useless War: Starve Your Ego

Few weeks ago, I read a tweetwar between a so-called-selebtweet named Chaca and a so-called-diplomat named Riki. If only you knew what was the war about, you would probably laugh out loud. Chaca wrote tweets about her recent favourite Korean Drama series (drakor) . She ranked it from her most favorurite to the less one. There were so many followers who also gave their rank. I thought that was fine. There`s nothing wrong in picking a list about your favourite drakor, indeed. But then Riki replied Chaca`s tweet with such harsh words. She said that Chaca is a new comer in drakor area, therefore she should not be confident  in making such list. She also said that the dramas which picked by Chaca is definitely show her lack of knowledge in drakor, because there are soooo many more drakors which is better. She clearly stated that she hate a so-called-selebtweet who act innocently as a public opinion leader, just like Chaca did. At that point, I was... errr... speechless. Let...

Kartini

So yesterday was celebrated as Kartini`s day One of the most influential women in Indonesia Kartini terkenal dengan pemikirannya yang lugas dan cerdas Kartini terkenal dengan keberaniannya untuk menembus batas Kartini terkenal dengan semangatnya untuk memperjuangkan persamaan kesempatan dan memberikan pengaruh yang begitu luas Hari ini, saya melihat banyak sekali foto kartini bertebaran di linimasa Begitu juga dengan teman-teman yang merayakannya di kantor dengan memakai kebaya atau anak kecil yang mendadak berdandan layaknya orang dewasa Saya tidak akan nyinyir mengenai tradisi itu maupun euforia di dalamnya Saya menghargai cara tiap orang memaknai Kartini dan perjuangannya Namun yang mengganggu pikiran saya adalah: Apakah makna Kartini mulai menyempit menjadi ajang unjuk keelokan busana daerah demi mendapatkan pengakuan di sosial media? Seberapa jauh mereka, saya, kita, memahami makna perjuangan Kartini dan harapannya untuk kaum wanita? Menjadi Kartin...

Backup Players

I do believe that all of you must have ever seen a match between 2 teams, which consists of more than 2 people in each Football, basketball, etc In each team, there will be some backup players As it can be clearly understood, their function is for replacing the main players if there is something happen These backup players usually takes place in the corner of the field They will never be brought into the light, unless they take over the position of the main player Don`t you think it such cruel? They just sit and watch the game, waiting for their turn if they had one Moreover, when they finally get the chance to get into the match, do you really think it`s wonderful? Correct me if I`m wrong There`s nothing fun in being a replacer Why? Because you will be compared to the previous player It`s such a delight if you can play better than the previous one What if you don`t? People will never stop comparing People will never stop thinking highly of the prev...

Jangan Menjadi HRD

Kalau nanti saya punya anak, saya akan memberikan dia kebebasan untuk berkarier sesuai dengan keinginannya Asal bukan menjadi HRD Menjadi HRD itu bukan perkara mudah Separuh kaki berada di sisi Manajemen Separuh kaki berada di sisi karyawan Nggak gila aja udah syukur Salah melangkah sedikit, taruhannya karier HRD adalah divisi yang dianggap bukan sebagai profit centre Malah sebagian besar perusahaan menganggap HRD sebagai cost centre Bahasa kerennya, ngabisin duit doang ini mah HRD harus merumuskan appraisal untuk karyawan Menentukan standar reward and punishment Mengajukan promosi dan demosi, mengajukan kenaikan gaji Iya, HRD wajib tahu bagaimana performa setiap individu Lalu kalau HRD sendiri memiliki performa yang baik, jangan harap appraisal akan semudah itu diperoleh Ketika HRD memiliki kinerja yang baik, orang hanya akan berpikir "Ya memang sudah seharusnya" Jarang akan ada pujian yang lebih lanjut Jarang akan ada penghargaan...

Backstabber

At this point, I know that some people may be oposing my decision I do understand why I`m not writing to defense myself Not at all My pride and my ego was hurt deeply And due to that reason, I chose not to take the offer If he really wanted to consider my point of view, he wouldn`t do that Those dramas involved too many people I just don`t wanna take the risk And I`m sick of it Lesson learned Be careful with backstabber Some people will holding you tight not because they care, but to ensure that the knife has successfully hurt you at the right place Now it doesn`t really matter what are they thinking about me What really matter is where am I going to step next Dieu, If it wasn`t meant for me, please give me the strength to let it go Please give me the strength to forgive and to heal the pain Dieu, On Thou, I trust

TRASH

I can`t deny that my heart`s broken Broken for the same mistakes The different is now I`m not so surprised I keep telling myself that: "Hei, Fanny. You were doing well. Let`s do it one more time" I know, everything will be okay as I lean on Him But let me admit this misery I felt like I`ve throwed away like a fucking trash I am hurt I never say that it will be easy But I believe there will be a way Dieu, let me heal this pain Once again

Politik dan Agama

Saya sangat tidak tertarik dengan pembicaraan mengenai politik Tetapi sejak momen Pilpres kemarin, suasana politik semakin terasa mencekik Berbagai perdebatan di media sosial diperkeruh dengan banyaknya berita dari berbagai sumber yang dipertanyakan kebenarannya, dan dibumbui dengan banyaknya orang yang mudah terpancing tanpa mencari bukti Saya semakin gerah manakala 4 November kemarin terjadi aksi dengan tuduhan penistaan Penistaan agama YHA ! Linimasa saya dipenuhi dengan tautan berbagai artikel baik yang pro maupun kontra Banyak teman saya yang juga ikut memberikan opini dan kejelasan pihak Baik yang dilandasi dengan analisa maupun memperkeruh suasana semata Sebelumnya, saya dengan rendah hati mengakui kedangkalan ilmu saya Saya bukanlah ahli agama, ahli tafsir maupun ahli bahasa Saya memiliki banyak kekurangan yang bisa menjadi bahan cela Dan saya juga bukanlah pendukung Ahok sebagai pemimpin Jakarta Karena kalaupun dia kembali menjadi Gubernur, tidak akan berdampak...